Meskipun Allah telah menenangkan manusia melalui dzikir, sakinah, rahmat, dan rasa aman, Al-Qur’an tetap mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan tempat bersandar. Dalam kondisi tertekan, bingung, atau tidak tahu harus berbuat apa, doa menjadi jalan terdekat bagi manusia untuk mengadu kepada Allah.
Doa bukan hanya permintaan, tetapi juga bentuk pengakuan atas keterbatasan diri. Dengan berdoa, manusia melepaskan beban yang dipikulnya dan menyerahkannya kepada Allah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Doa juga menjadi sarana menenangkan hati, karena melalui doa manusia menyadari bahwa ada Zat Yang Maha Kuasa yang selalu mendengar keluh kesahnya. Kesadaran ini membuat hati menjadi lebih lapang dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah.