Ada yang bilang bahwa semakin lama hidup di dunia maka circle pertemanan akan menyurut. Tapi apakah dengan surut pertemuan membuat hati kita keras?
Allah sudah banyak memberikan petunjuk kepada hamba-Nya dengan menurunkan Kalam-Kalam mulia. Dan bahasan ini akan kita selami melalui surah Ad Dhuha ✨
Yuk kenali apa saja yang akan melembutkan hati dan bagaimana cara melembutkan nya 🤗
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
وَٱلضُّحَىٰ﴿1﴾ وَٱلَّيۡلِ إِذَا سَجَىٰ ﴿2﴾ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ﴿3﴾ وَلَلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لَّكَ مِنَ ٱلۡأُولَىٰ ﴿4﴾ وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيكَ رَبُّكَ فَتَرۡضَىٰٓ ﴿5﴾ أَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيمٗا فَـَٔاوَىٰ ﴿6﴾ وَوَجَدَكَ ضَآلّٗا فَهَدَىٰ ﴿7﴾ وَوَجَدَكَ عَآئِلٗا فَأَغۡنَىٰ ﴿8﴾ فَأَمَّا ٱلۡيَتِيمَ فَلَا تَقۡهَرۡ ﴿9﴾ وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنۡهَرۡ ﴿10﴾ وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ ﴿11﴾
1.) Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah), 2.) dan demi malam apabila telah sunyi, 3.) Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu, 4.) dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan. 5.) Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. 6.) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu), 7.) dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk, 8.) dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. 9.) Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. 10.) Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya). terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya). 11.) Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
Sebelum mengupas isi surah Ad Dhuha, Mari mengenal mengapa Allah turunkan surah Ad Dhuha :
- Kandungan Surat Ad Dhuha
Surat Adh-Dhuhaa, menerangkan tentang pemeliharaan Allah SWT terhadap Nabi Muhammad SAW dengan cara yang tak putus-putusnya, lalu larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta serta mengandung pula perintah kepada Nabi supaya mensyukuri segala nikmat. - Asbabun Nuzul
Sesuai namanya, surah ini turun pada waktu dhuha (pagi hari) sebagai jawaban atas pertanyaan dan hinaan yang dilontarkan oleh kaum kafir Mekah yang menganggap bahwa Rasulullah saw. sudah tidak dipedulikan lagi oleh Tuhan, sebab Nabi Muhammad saw. sudah lama tidak menerima wahyu kenabian.
Reminder:
Tuhanmu tidak akan meninggalkanmu seperti orang yang hendak meninggalkan untuk selama-lamanya.
Let’s see guys!
Jadi kita akan menelisik tentang kasih sayang Allah kepada Nabi Muhammad SAW dalam ayat 1-3.
- Allah bersumpah dengan waktu Dhuha. Kenapa waktu Dhuha?
Karena Allah menjanjikan bahwa waktu meningginya matahari ini merupakan waktu yang dipenuhi berkah, jika kita meninggalkannya maka akan sia-sia. - Lalu Allah bersumpah dengan waktu Malam. Kenapa waktu Malam?
Karena Allah memberikan rahmat kepada manusia dalam waktu malam. Dan sebagai tanda bahwasanya Allah jaga para hamba-Nya dengan menyelimuti siang dengan kegelapan yang memberikan ketenangan untuk beristirahat. - Rasulullah Saw. pada suatu waktu sangat sedih karena merasa ditinggal Allah. Allah tidak menurunkan firman-Nya selang beberapa waktu. Karena kesedihan yang dirasa, akhirnya Allah menurunkan firman-Nya lagi untuk meredakan kesedihan beliau. Dan ini menjadi tanda bahwa Allah sayang kepada Rasulullah Saw. karena tidak meninggalkannya.
Lalu bagaimana relevansi dengan kehidupan kita?
Dengan dicontohkan sikap ini di kisah Rasulullah Saw. Maka ayat ini menjadi petunjuk bahwasanya Allah akan tidak akan meninggalkan hamba-Nya selama seorang hamba selalu meminta kepada Allah
Lanjut ke bahasan ayat 4…
Reminder:
Allah SWT memberi kabar gembira kepada Nabi saw. bahwa masa depan beliau akan lebih mulia daripada masa lalu beliau.
Di ayat ini Allah mengingatkan kembali kepada kita bahwasanya akhirat lebih bahagia untuk para manusia.
Semakin kita terus memperbaiki diri untuk akhirat, maka akan Allah tingkatkan kemulaiaan ke sisi Allah Swt <3
Tafsir Ad-dhuha 5
Allah SWT memberi kabar gembira kepada Rasulullah saw. dengan pemberian yang banyak.
Dan pastilah Tuhanmu akan memberimu banyak anugerah dan kenikmatan; di dunia dan akhirat. Di dunia berupa agama dan akhirat bagi umatmu, sehingga kamu ridha dengan hal itu. Ini merupakan dalil akan terwujudnya derajat tinggi, baik di dunia maupun di akhirat. Agama beliau mengungguli seluruh agama, derajat beliau mengungguli derajat seluruh Nabi dan manusia dengan adanya syafat agung pada hari kiamat kelak. Dalam ayat tersebut diberi huruf taukid dan ta’khir untuk memberi pengertian bahwa pemberian tersebut pasti akan terjadi, tidak diragukan lagi, sekalipun itu di hari kemudian, karena dalam pengakhiran tersebut terdapat kemaslahatan.
Tafsir Ad-dhuha ayat 6-8
Allah menghitung nikmat-Nya yang kepada Rasulullah saw. sebelum menjadikan beliau seorang Rasul.
Tidakkah Tuhanmu mendapatimu dalam keadaan yatim tidak mempunyai ayah, lantas menjadikan bagimu tempat berlindung. Tempat itu adalah rumah kakekmu, Abdul Muththalib, dan pamanmu, Abu Thalib. Rasulullah saw. ditinggal wafat ayah, beliau ketika masih berada dalam kandungan ibunya, atau setelah dillahirkan. Kemudian, Ibu beliau, Aminah binti Wahab, wafat ketika berumur enam tahun. Setelah itu beliau dirawat oleh kakek beliau Abdul Muththalib hingga dia meninggal dunia, Ketika beliau berumur delapan tahun. Kemudian, beliau dirawat oleh paman beliau, Abu Thalib. Abu Thalib senantiasa melindungi dan menolong beliau setelah beliau diangkat menjadi rasul Ketika berumur empat puluh tahun.
Tuhanmu juga mendapatimu tidak mengetahui hukum-hukum syari’at dan bingung dalam mengetahui aqidah yag paling benar, lantas Dia memberimu petunjuk hal itu, sebagaimana firman Allah SWT,
“Dan demikianlah kami mewahyukan kepadamu (Muhannad) ruh Al Qur’an dengan perintah kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah (Al Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi kami jadikan Al Qur’an itu cahaya, dengan itu kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami.” (Asy Syuraa: 52)
Allah mendapatimu dalam keadaan fakir, lantas Dia memberimu harta dengan dengan keuntungan perniagaan harta Khadijah yang dianugerahkan kepadamu. Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari kitab Shahih keduanya dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda,
“Kekayaan bukan karena banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah kekayaan hati.”
Dalam Shohih Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, dia berkata, “Rasulullah saw, bersabda,
“Sungguh beruntung orang yang masuk agama Islam, diberi rezeki berkecukupan dan diberi rasa qana’ah oleh Allah dengan segala apa yang dikaruniakan kepadanya.”
Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Qatadah mengenai firman Allah SWT dalam surah Adh-dhuhaa ayat enam sampai delapan, dia berkata , “Ini semua adalah tempat Rasulullah saw. sebelum beliau diutus oleh Allah SWT menjadi rasul.
Tafsir Ad-dhuha ayat 9
Allah memerintahkan Rasulullah saw. untuk melakukan sebagian etika social dan bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat.
Yakni, sebagaimana engkau dulu sebagai seorang anak yatim, lalu Allah memberikan perlindungan kepadamu. Oleh karena itu, janganlah engkau menghardik anak yatim. Artinya janganlah menghalanginya, tetapi hendaklah bersikap baik dan berlemah lembut terhadapnya. Qatadah mengatakan: “Jadilah engkau bagi anak yatim seperti seorang anak yang panuh kasiih sayang”. Maka, Rasulullah saw. senantiasa berbuat baik kepada anak yatim dan berwasiat kepada kaum muslimin agar berbuat baik kepada anak yatim.
Tafsir Ad-dhuha ayat 10
Janganlah menghardik kepada orang yang meminta-minta.
Sebagaimana dulu kamu dalam keadaan bingung lantas diberi petunjuk oleh Allah. Oleh karena itu, janganlah kamu menghardik orang yang hendak bertanya kepadamu tentang ilmu pengetahuan dan orang yang meminta harta. Akan tetapi, jawab dan berilah dia atau tolak dengan cara yang baik.
Tafsir Ad-dhuha aayat 11
Bersyukur atas Nikmat Allah SWT
Maksudnya, sebagaimana dulu engkau (Muhammad0 seorang yang miskin lagi kekurangan, lalu Allah membuatmu kaya, maka sebut-sebutlah nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepadamu. Dan di dalam kitab ash-shahihain, dari Anas bahwa kaum Muhajirin pernah berkata: “wahai Rasulullah, kaum Anshar telah membawa pergi semua pahala. “Maka beliau menjawab, “Tidak, selama kalian mendo’akan kebaikan untuk mereka dan pujian yang kalian berikan kepada mereka.