Remind Me, Bro Sist!🧠


HADITS 7 (Agama itu Nasehat)

 عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تمِيْمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: 

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، قُلْنَا: لِمَنْ ؟ قَالَ: لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، ولِرَسُوْلِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْز.

(رواه البخاري ومسلم).

Artinya :

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda: 

“Agama adalah nasihat”. 

Kami pun bertanya: “Bagi siapa (nasihat itu)?”. 

Beliau menjawab: 

“Nasihat itu adalah hak (untuk) Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

  1. Apa Sih Nasihat Itu?
    Secara bahasa, Nasihat berasal dari kata ‘nashaha’ (نَصَحَ) yang artinya ‘Khalasha’ (خَلَصَ), yaitu murni dari segala kotoran, juga bisa berarti ‘Khaatha’ (خَاطَ) yaitu menjahit.Secara istilah, Imam Ibnu Rajab menukil ucapan Imam Khattabi yang mengatakan bahwa nasihat adalah suatu kata untuk menerangkan satu pengertian, yaitu ingin kebaikan bagi yang dinasihati
  2. Nasihat bagi Allah
    Terwujud dalam: 

    • Mentauhidkan-Nya, dan tidak menyekutukan.
    • Mensifati Allah dengan sifat sempurna dan mulia. 
    • Mensucikan Allah dari sifat-sifat tercela.
    • Menghamba dengan ketaatan, dan menjauhi larangan-Nya. 

    Pada dasarnya, komitmen seorang muslim terhadap hal-hal tersebut dalam perkataan maupun perbuatan akan memberi manfaat baginya, baik di dunia maupun di akhirat. 

  3. Nasihat bagi Kitab AllahTerwujud dalam: 
    • Beriman kepada seluruh kitab Samawi yang diturunkan Allah
    • Beriman kepada Al-Quran, sebagai kitab terakhir dan bukti bagi kitab-kitab samawi lain. 
    • Meyakini Al-Quran sebagai kitab sempurna yang orisinilitasnya dijamin oleh Allah:

    “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran, dan Kami pula yang benar-benar menjaganya.” (Al-Hijr: 9)

  4. Bagaimana Seorang Muslim Berinteraksi dengan Al-Quran?

    • Membaca dan menghafal Al-Quran

    إِقْرَؤُالْقُرْاآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهْ

    “Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi sahabatnya.” (HR. Ahmad dan Muslim)

    • Membaca dengan tartil

    وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ

    “Dan bacalah Al-Quran secara tartil atau perlahan-lahan.” (Al-Muzammil: 4)

    • Mengajarkannya kepada generasi muda

    “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya.” (HR Bukhari)

    • Mengamalkan dalam kehidupan

    “Wahai orang-orang beriman, mengapa engkau mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar kebencian Allah ketika kamu mengatakan yang tidak kamu kerjakan.” (Ash-Shaf: 2-3)

  5. Nasihat Bagi Rasulullah

Terwujud dalam:

  1. Membenarkan kerasulannya.
  2. Mengimani Al-Quran dan hadits yang dibawanya. 
  3. Mencintai dan meneladaninya.
  4. Membaca dan mempelajari sejarah kehidupannya. 
  5. Konsisten dalam menjalankan sunnah-sunnahnya. 

Mencintai dan mentaati Rasulullah sama dengan mencintai dan mentaati Allah: 

“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ali Imran: 31)

6. Nasihat bagi Pemimpin Umat Islam

Yang dimaksud pemimpin: Ulama, pemimpin negara, dan orang-orang yang melakukan perbaikan. 

Nasihat bagi Pemimpin Terwujud dalam:

  1. Mencintai kebaikan, kebenaran, keadilan pemimpin, dan bukan sosoknya.
  2. Mentaati mereka selama mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. 
  3. Mengingatkan pemimpin yang lalim dan zalim. 
  4. Tidak memberikan pujian palsu pada pemimpin yang bertujuan agar ia tetap dalam kezaliman

“Jihad yang paling utama adalah mengatakan kebenaran kepada penguasa yang zalim.” (HR Abu Daud)

7.Nasihat untuk Umat Islam

Terwujud dalam:

  • Mencintai dan mengasihi sesama umat Islam. 
  • Menunjukkan jalan kebenaran, baik dunia maupun akhirat. 
  • Memberikan nasihat dalam hal kesabaran. 
  • Membela kehormatan. 
  • Meluruskan kesalahan yang mereka lakukan. 
  • Menutupi aib dan menasihati dalam senyap.

 Pada dasarnya, nasihat kepada sesama muslim tidak terbatas pada ucapan, tapi juga perbuatan. Dengan demikian, nasihat akan terasa lebih nyata dan pemberi nasihat dituntut untuk melakukannya terlebih dulu. 

8. Lalu, Apa Sih Nasihat yang Paling Penting?

  • Nasihat paling baik adalah yang diberikan ketika diminta.

وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ

“Jika salah seorang di antara kalian meminta nasihat kepada saudaranya, hendaknya ia menasihatinya.” (HR Muslim)

  • Termasuk nasihat yang baik adalah yang diberikan tanpa sepengetahuan orang yang diberi nasihat, dengan cara menolong atau membela saat orangnya tidak ada. 

لِلْمُؤْمِنِ عَلَى الْمُؤْمِنِ أن يَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ 

“Di antara hak seorang mukmin kepada mukmin yang lain adalah memberinya nasihat saat ia tidak di tempat.” (HR Tirmidzi)

9. Bagaimana Cara Menasihati yang Baik?

  • Ikhlas dan dari hati, karena sesuatu yang berasal dari hati akan sampai pada hati. 
  • Menggunakan kata-kata yang baik.
  • Tabayyun sebelum meluruskan kesalahan. 
  • Hindari suudzon. 
  • Tidak memaksa agar nasihat diterima.
  • Tidak menasihati di depan umum. 

Terkait memberi nasihat, sebagian ulama mengatakan, “Orang-orang yang memberi nasihat secara empat mata, maka itu nasihat sebenarnya. Sedangkan yang memberi nasihat di depan umum, sesungguhnya ia sedang mencaci maki.”

10. Perkataan Ulama tentang Nasihat

“Kemuliaan yang diperoleh generasi kami bukan karena shalat atau puasanya, namun karena murah hati, lapang dada, dan suka memberi nasihat.” (Fudhail bin Iyadh)

“Abu Bakar RA mulia bukan karena puasa dan shalatnya, tetapi karena sesuatu yang ada di dalam hatinya, yaitu cinta kepada Allah dan nasihat kepada makhluk-Nya. (Abu Bakar al-Muzani)

“Seorang sahabat Rasulullah berkata, ‘Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika kalian menghendaki aku akan bersumpah bersumpah demi Allah untuk kalian semua bahwa sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allah adalah yang membuat Allah mencintai hamba-Nya dan ia mencintai Allah, serta memberikan nasihat di dunia.” (Hasan al-Bashri)

11. Simpulan Hadits Menurut Ibnu Baththal

  • Nasihat merupakan inti ajaran Islam. Bahwa Islam diimplementasikan dengan ucapan dan perbuatan. 
  • Memberikan nasihat hukumnya fardu kifayah, sehingga ketika ada orang yang sudah melakukannya, gugurlah kewajiban bagi orang lain untuk memberi nasihat. 
  • Bagi orang yang memiliki kemampuan, hukum nasihat menjadi wajib. Dengan catatan, orang yang diberi nasihat bisa menerima. Namun jika khawatir orang yang diberi nasihat menolak, atau bereaksi yang membahayakan, maka ia boleh memilih tetap memberi nasihat atau diam.